Senin, 02 Agustus 2010

ibu ^^

kasih anak sepanjang galah .. kasih ibu sepanjang masa ^^
sayangilah ibumu .. karena ibumu'lah yang mengandung , merawat , dan membesarkan anaknya :)
hormatilah ibumu , sayangilah ibumu , cintailah ibumu , karena .. surga ada di telapak kaki ibu .

merasa senanglah yang masih mempunyai ibu , karena .. hanya ibu'lah yang membuat kita senang dan juga semakin memperbanyak pahala :D

"terima kasih .. ibuku tersayang , terkasih , tercinta , dirimu takkan mungkin dan takkan pernah
tersingkir dari hatiku ://"

I LOVE YOU .. MOM :)) !

Liburan Aldi ^^

Aldi adalah seorang anak supir angkot yang penghasilannya tidak terlalu mencukupi kebutuhannya. Begitupun dengan ibunya yang hanya seorang ibu rumah tangga.
Sekarang Aldi sudah duduk di kelas lima SD. Liburan akan segera tiba, Aldi yang ingin sekali pergi berlibur, masih memikirkan akan pergi berlibur ke mana.
"Kamu akan pergi berlibur ke mana, Di?" tanya Ulfa.
"Aku belum tahu, aku masih memikirkannya, kalau kamu akan pergi berlibur ke mana?"
"Aku dan orang tuaku akan pergi berlibur ke Pangandaran :)" kata Ulfa.
Saat mereka pulang, Aldi terlihat cemburu dan merasa iri. Sesampainya di rumah, Aldi langsung menghampiri ibunya.
"Ibu, Ayanh belum pulang?" tanya Aldi.
"Belum, kamu kan tahu Ayah pulangnya sore" jawab ibu.
"Hmm.. Bu, liburan kali ini kita ke mana Bu?" tanya Aldi lagi.
"Kita tidak akan kemana-mana, sayang" jawab ibu.
"Tapi Bu, hampir semua teman Aldi pergi berlibur ke luar kota! Ada yang ke Pekalongan, Jakarta, Bali, dan juga Pangandaran! Aldi juga ingin pergi berlibur ke luar kota, Bu!" seru Aldi.
"Sayang, ke luar kota itu tidak mengeluarkan sedikit biaya, lebih baik uangnya Aldi tabung untuk sekolah dan kepentingan Aldi" kata ibu.
"Bu, kita ini miskin! Kenapa Aldi masih harus sekolah? Penghasilan Ayah saja kurang , kalau tahu begini, semestinya Aldi tidak usah sekolah saja!" seru Aldi lagi.
"Tidak sayang, biar bagaimanapun Aldi harus tetap sekolah" kata ibu.
Aldi diam tak mengerti.
Esoknya, liburan dimulai. Hampir semua teman Aldi pergi berlibur ke luar kota, hanya separuhnya yang tinggal. Pagi itu, Ayah, Ibu, dan Aldi shalat subuh bersama. Setelah shalat, Ayah yang akan berangkat kerja, melihat Aldi yang masih berdo'a dengan sungguh-sungguh. Ayah tersentuh mendengar do'a Aldi yang ingin sekali pergi berlibur. Sebelum Ayah membuka pintu rumahnya, Ayah membuka tabungannya.
"Allhamdulillah, untungnya masih ada uang tabunganku" ucap Ayah.
Saatnya Ayah berangkat, kali ini Ayah bekerja sangan keras untuk menggapai cita-cita anaknya, Aldi.
"Ayah berangkat dulu ya! Assallamuallaikum" salam ayah.
"Iya, Wa'allaikumsallam" jawab ibu, "Aldi, ayo sarapan dahulu!" seru ibu.
"Iya Bu, sebentar" jawab Aldi.
Selesai sarapan, Aldi bersiap-siap untuk bermain dengan teman-teman sekitarnya. Ibu fikir, karena sekarang sedang liburan, jadi ibu biarkan Aldi bermain sepuasnya :)).
Hari itu, Aldi senang sekali, tapi di sisi lain Aldi masih terlihat kecewa, karena tidak bisa berlibur. Menjelang siangm Aldi semakin bosan dengan permainannya. Akhirnya Aldi pulang dan langsung mengurung diri di kamarnya, Ibu merasa aneh dan heran dengan kelakuan dan sikap Aldi yang terlihat aneh dari sebelumnya. Tak lama kemudian, Ayah datang.
"Lho.. kok Ayah sudah pulang?" tannya ibu heran.
"Hari ini cukup banyak yang berminat naik angkot Ayah, oh iya, ke mana Aldi ?" jelas ayah.
"Ada di kamar, dari tadi Aldi mengurung diri di kamarnya, sepertinya Aldi masih memikirkan liburannya, bagaimana ini Yah? tanya ibu lagi.
"Tenang saja, Ayah punya solusinya !" jawab ayah pasti.
"Memangnya Ayah akan melakukan apa?" tanya ibu bingung.
"Ayah akan mengajak Aldi berlibur berkeliling Kota Bandung, yaa.. memang bukan di luar kota, tetapi lebih baik daripada di rumah seperti ini" jawab ayah.
"Lalu, apa Ayah akan mengajak berlibur sekarang? Apa sebaiknya tidak besok saja, Yah? Kalau jalan-jalan kan butuh banyak tenaga dan persiapan yang cukup" ucap ibu.
"Wah, benar juga ya apa kata Ibu, ya sudah, Ayah beritahu Aldi dulu ya!"
Setelah Ayah menjelaskan semuanya kepada Aldi dan seperti yang Ayah duga, Aldi terlihat senang sekali mendengarnya.
"Asyiiiiik.. Aldi senang sekali mendengarnya, Yah! Hmmm.. tujuan pertama kita apa, Yah?" tanya Aldi penasaran.
"Bagaimana kalau ke Kebun Binatang? Aldi mau tidak?" rayu ayah.
"Wah, ide yang bagus! Lagipula, Aldi juga belum pernah ke Kebun Binatang" susul ibu.
"Boleh, bawa makanan ya Bu!"
"Siap Boss.. !!!" jawab ibu dengan gaya seorang prajurit.
Waktu malam telah tiba, Aldi pun masih menyangka-nyangka bahwa ia bisa pergi berlibur seperti yang lainnya. Aldi tak sabar menunggu hari itu. Saat tidurpun ia masih memikirkannya.
"Allhamdulillah Ya Allah, aku bisa pergi berlibur :))" ucap Aldi syukur.
Esoknya, liburan dimualai. Aldi yang sudah tidak sabar, terus-menerus memanggil ayah dan ibunya.
"Ayo kita berangkat!" ajak ibu semangat.
"Ayo, oh iya, kita akan pergi naik apa, Bu ?" tanya Aldi penasaran.
"Benar juga, Ibu tidak tahu, tanya Ayah saja!" jawab ibu bingung.
"Ayah, kita akan pergi naik apa?" tanya Aldi pada ayahnya.
"Tadinya, kita akan pergi naik angkot kita, tapi agar lebih terjangkau, kita naik angkot yang lain saja" jelas ayah.
"Ya sudah , tunggu apa lagi ? Ayo pergi !" ajak Aldi dengan semangat 45'nya .
Sepanjan perjalanan , Aldi terlihat senang sekali dan juga Aldi merasa tidak sabar untuk masuk ke dalamnya .
"Horeee .. akhirnya sampai juga ! Ayo kita masuk !" ajak Aldi tidak sabar .
Setelah sudah ditentukan pemandu wisata di Kebun Binatang itu dan juga persiapan yang sudah dipersiapkan oleh Aldi , saatnya untuk berjalan - jalan . Di sana , semua yang tidak dimengerti oleh setiap pengunjung , bisa ditanyakan pada pemandu wisata , tetapi untuk ayah dan ibu Aldi bisa menanyakan hal itu pada anaknya sendiri , yaitu Aldi . Sepanjang jalan , Aldi terus berbicara panjang lebar , sehingga pemandu wisatianya pun tidak bisa berkata banyak dan hanya bisa melihat , memperhatikan , dan tertawa dengan cara menjelaskan Aldi . Saat pertama kali masukpun Aldi berfikir akan panampilan pemandu wisata itu .
"Tante , Tante pemandu wisata di sini ya ?" tanya Aldi kepada pemandu wisata itu .
"Iya benar , kenapa ?"
"Tidak , hanya ingin bertanya saja ! Hmmm ... apakah benar pemandu wisata tu sering disebut tour guide ?" tanya Aldi penasaran .
"Wah , benar sekali ! Memang biasanya disebut tour guide , tapi karena di sini sudah sering dan terbiasa disebut pemandu wisata , ya jadi kita meyebutnya dengan pemandu wisata" jelas pemandu wisata itu .
"Lho , kenapa disebutnya pemandu wisata ? Kan kalau tour guide lebih bagus dan keren !" tanya Aldi heran .
"Sebenarnya saya juga tidak tahu , tapi apa salahnya ? Toh sama saja kan artinya , hanya saja tour guide itu dari Bahasa Inggris dan pemandu wisata itu dari Bahasa Indonesia" ucap pemandu wisata itu .
"Baiklah , sekarang Aldi mengerti ! Ya sudah , ayo kita lanjutkan :) !" ajak Aldi .
"Baiklah , kita lanjutkan ya ! Perkenalkan nama saya Risye . Disini saya ditugaskan untuk menjelaskan semua yang tidak dimengerti oleh para pengunjug yang ada" jelas pemandu wisata yang bernama Risye itu .
Tujuan selanjutnya adalah penangkaran kura-kura ^^.
"Ayah , tahu tidak ? Kura-kura itu hewan amphibi lho , amphibi itu hewan yang hidup di dua alam , di air dan di darat , benar kan Tante ?" jelas Aldi .
"Wah , Aldi ini pintar sekali ya ! Pasti di sekolahnya selalu dapat peringkat ya ? Tingkatkan terus ya !" ucap Risye kagum .
Ayah dan Ibu Aldi hanya menatap dan melihat Aldi dengan penuh bangga . Setelah dari tempat penangkaran kura-kura , Ayah , Ibu , dan Aldi beralih ke tempat yang lainnya , begitu seterusnya . Tiba-tiba , saat di pertengahan jalan , Aldi berhenti mendadak , Ibu yang merasa bingung dengan sikap anaknya , bertanya .
"Aldi , kamu kenapa ?" tanya ibu heran .
Aldi tertawa sejenak , "Tidak apa-apa kok , Bu ! Hanya saja perut Aldi sedang dangdutan !" ucap Aldi bercanda .
"Ah , kamu ini buat Ibu kaget saja ! Bilang saja bahwa Aldi itu lapar , ya kan ? Ya sudah , ayo kita cari tempat beristirahat yang nyaman !" kata ibu .
"Ibu mencari tempat beristirahat ? Di sana , Bu !" kata Risye sambil menunjuk ke arah tempat beristirahat .
"Oh ya , terima kasih ya ! Kalau begitu , kenapa Risye tidak ikut makan dan beristirahatn bersama kami di sini ? Sepertinya akan semakin seru dan tidak terlalu sepi bagi kami !" ajak ayah .
"Oh tidak usah , kebetulan saya sudah makan tadi , terima kasih banyak ya :) !" tolak Risye .
"Kenapa ? Ya sudah , kita beristirahat saja , ayolah jangan malu-malu !" rayu Aldi .
"Ya sudah , sebelumnya saya berterima kasih" ucap Risye .
Saat beristirahatpun , mereka berbincang-bincang dan bercanda-tawa dengan asyiknya , hingga tak terasa waktu cepat berlalu . Perjalanan terus dilanjutkan , hingga semua hewan yang ada telah dikujungi . Sesaat mereka akan pulang , tiba-tiba Aldi teringat sesuatu .
"Aldi , kamu kenapa lagi ?" tanya ayah .
"Aldi ingat sesuatu , Yah !" jawab Aldi .
"Apa itu , apa ada yang tertinggal di salah satu kandang yang tadi kita kunjungi , apa mungkin di tempat beristirahat yang tadi ?" tanya ibu panik .
"Tidak Bu , hanya Aldi teringat satu hewan yang belum kita kunjungi !" kata Aldi .
"Oh ya ? Seingat-ingatnya saya sudah semua hewan yang kita kujungi ," kata Risye pasti .
"Tidak juga kok ! Ada satu hewan yang terlewatkan , yaitu ... HARIMAU ... !" kata Aldi dengan nada yang menakutkan .
"Apa , harimau ? Tidak ah , Ibu tidak mau , kalau Aldi mau pergi dan berkunjung ke kandang harimau , pergi saja , biar Ibu tunggu di sini !" halang ibu .
"Ya sudah , dilewat saja kandang harimaunya !" bela ayah .
"Ah , Ayah dan Ibu ini , ayolaaah !" ajak Aldi terus-menerus .
Setelah Aldi terus memohon dan merayu dengan berbagai macam cara , akhirnya semua perbuatan Aldi itu membuahkan hasil , Ayah dan Ibu mengalah dan mau menuruti apa kata anaknya . Setelah mereka sampai di depan kandang harimau , ternyata harimaunya itu sedang melahap makanan yang menurutnya enak . Saat pemandu wisata , Risye sedang menjelaskan semua tentang harimau , harimau itu menghampiri Ayah , Ibu , Aldi , dan Risye dengan perlahan-lahan . Dengan rasa yang penuh ketakutan dan kepanikan , Ibu berteriak dan menghalang Ayah , Aldi , dan Risye yang saat itu sedang ada di depan pagar kandang harimau . Risye yang saat itu sibuk dengan penjelasannya , tiba-tiba berteriak , karena kaget mendengar Ibu berteriak . Sedangkan Ayah dan Aldi langsung memegang dadanya , karena merasa kaget dan tegang mendengar dan melihat arah harimau berjalan .
"Ibu ini , membuat Aldi kaget saja ! Kenapa harus berteriak sekeras dan sehisteris seperti itu ?" tanya Aldi bingun dengan nada yang agak tinggi .
"Ibu hanya kaget ! Lagipula , kan Ibu suah bilang bahwa Ibu tidak mau ke sini !" ucap ibu .
"Ya sudah , tidak apa-apa , toh Allhamdulillah tidak ada yang terjadi dengan kita :) , ini juga bisa menjadi pengalaman baru kan ? hahaha" kata ayah santai .
"Hahaha .. benar juga itu , saya juga begitu , walaupun setiap hari saya menghampiri kandang harimau , singa , dan hewan-hewan buas lainnya , tidak pernah saya mengalami kejadian yang begitu mengagetkan seperti ini" seru Risye .
"Ya sudah , sebagai ganti dan penamwar rasa takut dan tegang yang sekarang masih menempel di diri kita , kita ke kandang monyet saja yuk !" ajak ayah .
"Kita kan sudah ke sana , Yah !" seru ibu .
"Baiklah , apa salahnya ? Ayo , siapa takut !" kata Aldi pasti .
"Ya sudahlah , apa boleh buat !" ucap ibu pasrah .
Sesampainya di kandang monyet , Aldi yang merasa kagum dan senang melihatnya , walaupun ini adalah kunjungan kedua ke kandang monyet .
"Sudahlah , berhenti berkagum-kagu , kita kan sudah ke sini sebanyak dua kali !" seru ayah .
"Biarlah , Aldi kan hanya kagum dan senang melihat monyet sebebas ini !" kata Aldi .
"Sebebas ini ? Memangnya Aldi tidak pernah melihat monyet sebebas ini , kenapa ? tanya Risye aneh .
"Ya , benar sekali ! Karena , biasanya Aldi hanya melihat monyet yang selalu kembali dan kembali ke lingkungan rumah" jelas Aldi .
"Hahaha , Aldi .. Aldi ! Itu sih topeng monyet !" ucap ibu .
"Ya .. maksudku itu , Bu ! Oh ya , Ayah , Ibu , dan Tante Risye percaya tidak , bahwa manusia itu keturunan dari monyet ? Kalau Aldi sih tidak percaya !" jelas Aldi pasti .
"Hmmm .. Kalo Tante sih percaya-percaya saja , Di ! Memangnya , kenapa Aldi tidak percaya ? tanya Risye .
"Kalau Aldi tidak percaya kalau manusia , termasuk kita itu keturunan monyet ! Masa orang setampan aku ini keturunan monyet sih , kan sangat-sangat tidah pantas ! Hahahaha :D" Aldi bicara meleset .
"Hahaha , Ayah juga tidak percaya kok ! Aldi kan tampan , baik , pintar ! Hmmm .. siapa dulu Ayahnya !" ucap ayah tak mau kalah .
"Oh , jadi begitu , Ibuya juga tidak kalah cantiknya kaan ! Hahaha" susul ibu .
Risye hanya tersenyum kagum melihat keharmonisan keluarga Aldi .
"Ya sudah ayo kita pulang ! Sudah sore , apa Aldi mau tinggal di sini ? Hahaha" tanya ayah ngawur .
"Ah , Ayah ini .. bercanda saja ! Tapi ini benar-benar bercanda kan ? Hahaha" kata Aldi .
"Ya suda , ayo kita pulang ! Ayah capek , ingin cepat pulang dan langsung tidur lalu mimpi yang indah !" kata ayah sambil menghayal .
Sesampainya di rumah ,Ayah . Ibu , dan Aldi makan malam dan bersiap-siap untuk tidur .Ketika Aldi hendak tidur , Aldi berdo'a dan bersyukur , karena ternyata ia bisa pergi berlibur dengan kedua orang tuanya .
"Allhamdulillah , Ya Allah terima kasih , karena engkau telah mengabulkan semua do'aku :)" ucap Aldi syukur .
Esoknya , mereka pergi berjalan-jalan seperti biasanya , hingga seterusnya , ke Museum Geologi Bandung , ke Masjid Agung , manaiki menaranya , melihat0lihat keadaan sekitar Kota Bandung dari ketinggian dan seterusnya . Waktupun terus berjalan , hingga tak terasa liburan Aldipun telah usai , tapi sebelum mengakgirinya , Ayah , Ibu , dan Aldi menutup liburannya dengan pergi ke salah satu tempat makan yang cukup terkenal di daerah Bandung .
"Ibu , ini sayur apa ?" tanya Aldi .
"Itu namanya sayur bayam , Di" jawab ibu jelas .
"Bukankah sayur bayam itu , sayur yang banyak mengandung zat besi ya , Bu ?" tanya Aldi ingin tahu .
"Wah , Aldi pintar sekali ! Aldi tahu semua ini dari mana ?" tanya ayah kagum .
"Ah , itu sih gampang , Yah ! Aldi kan belajar IPA di sekolah :) ohya , nilai IPA Aldi sembilan lho , hebat kan !" jawab Aldi gampang .
"Wah , hebat .. itu baru anak Ayah !" kata ayah .
"Nah , waktu itu ada yang bilang bahwa sekolah itu tidak penting dan hanya menghabiskan uang , tapi buktinya tidak bukan ? Sekarang Aldi tahu sendiri , apa pentingnya sekolah !" jelas ibu .
"Tapi kan . Bu ! Apa Aldi tidak merepotkan Ayah dan Ibu , apa mungkin Aldi tidak usah sekolah ?" tanya Aldi .
"Tidak Aldi , kalau Aldi tidak sekolah , akan jadi apa Aldi ?" jawab ayah .
"Ya , mungkin Aldi bisa membantu Ayah mejadi kenek Angkot , misalnya , atau menjadi pedagang asongan , penjual koran , dan ..." kata Aldi .
Sesaat Aldi akan melanjutkan bicaranya , tiba-tiba ayah memotong .
"Tidak Aldi , Aldi tetap harus sekolah ! Kalau Aldi tidak sekolah , Aldi tidak akan menjadi sukses , jadi Aldi harus sekolah ! Aldi harus tetap sekolah , agar kelak Aldi akan menjadi orang yang sukses dan juga dikenal banyak orang , Aldi juga harus rajin dan giat untuk terus belajar dan berkarya agar nanti mendapatkan beasiswa , kalau Aldi mendapat beasiswa , Ayah dan Ibu juga tidak usah membayar uang sekolah Aldi , karen tertolong oleh beasiswa yang Aldi peroleh , dan juga Aldi bisa membahagiakan Ayah dan Ibu . Maka dari itu , Aldi harus rajin untuk bersekolah dan belajar, dan yang harus Aldi ingat selalu, Aldi tidak boleh untuk mudah putus asa!" jelas ayah panjang lebar.
Aldi terdiam untuk mencoba mengerti perkataan yang diucapkan oleh ayahnya tadi, dan Aldipun mengerti sedikit demi sedikit, karena Aldipun ingin sekali untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
Liburanpun telah usai, saatnya Aldi untuk kembali ke sekolah dan berjumpa lagi dengan teman-temannya. Ulfa, yang kemarin sempat berlibur ke Pangandaran, merasa penasaran dengan liburan Aldi.
"Kemari kamu pergi berlibur ke mana, Di?" tanya Ulfa penasaran.
"Di tempat yang indah dan menyenangkan!" jawab Aldi senang .
Dari pengalaman ini, Aldi mendapat sebuah palajaran yang baru dan sangat berharga, bahwa berlibur yang menyenangkan itu bukan hanya dan juga tidak harus di luar kota ataupun tempat yang jauh sekalipun. Aldi juga mulai mengerti tentang apa itu pentingnya sekolah, karena Aldi ingin membuat dirinya menjadi pintar, sukses, dan juga ia ingin sekali membahagiakan kedua orang tuanya yang berharap dan ingin sekali anaknya meneruskan sekolahnya yang kelak akan menjadi sukses dan selalu menjadi kebanggaan mereka. :))

Senin, 19 Juli 2010

kisah Gladis dan teman sejatinya Dyan :)

Wow ! Pagi ini begitu cerah :) matahari bersinar , burung berkicau , tapi di hari yang cerah ini masih saja ada yang terlihat murung . Gladis namanya , Gladis adalah seorang gadis desa yang tidak bisa bicara atau bisa dibilang bisu . Ia ditemukan oleh orang desa saat dia masih berumur 8 bulan , entah apa alasan orang tuanya membuang Ia begitu saja .
Oke , cukup cerita tentang Gladis ! Dyan namaku , aku juga gadis desa tapi aku bisa bicara :) . Sebenarnya , aku ini sahabat satu-satunya Gladis . Kasihan Gladis , tak ada satupun yang mau menemani ia hanya karena ia bisu . Yaaa .. karena aku ini baik hati dan tidak sombong :) aku temani saja ia .

"hai Gladis , sedang apa ?" sapa aku .
Ia hanya tersenyum sambil memperhatikan bunga yang ada di tangannya , seperti yang ingin mengatakan "ini lho , aku lagi metikin bunga" .
"Oh , kamu tau tidak kalau orang Jakarta mau datang ke sini ?" tanya aku .
Ia mengangguk .
"Katanya mereka akan menginap di sini selama 2 minggu" .
Ia hanya tersenyum . Kesel juga sih kalau ngomong sama orang yang tidak bisa ngomong , tapi yaa .. mau bagaimana lagi :) ?
"oh yaa , kamu sudah makan belum Dis ?" tanya aku .
Ia menggelengkan kepalanya .
"kalau begitu , kita makan buburnya si emang yuu :) !" ajak aku .
Ia mengangguk sambil tersenyum :) , lalu kita makan bubur , setelah itu kita pulang . Aku pulang ke rumahku , sedangkan Gladis pulang ke gubuknya . Gubuk itu adalah peninggalan kakeknya yang sudah meninggal , dan sebenarnya kakek itu adalah kakek yang sudah menemukan ia saat ia berumur 8 bulan . Sekarang Gladis tinggal sebatang kara , biasanya aku selalu mampir ke gubuknya itu untuk menemaninya . Baik ya aku :) ?

Dyan & Gladis ^^
(persahabatan tak mengenal apapun ! persahabatan hanya mengenal pengertian dan kesetiaan *)